Temanpintar.com - Pada tahun lalu perusahaan smartphone Freedom 251 asal India membuat geger banyak orang karena menjual produknya dengan harga sekitar Rp 50 ribuan.
Tak kapok juga, tahun ini muncul kembali perusahaan asal India menjual smarphone Namotel Acche Din buatnnya dengan harga sekitar Rp 21.000 ribuan. Murah banget kan kayak beli kerupuk aja beli smarphone hhh
Seperti yang dikutip dari merdeka.com (21/5/2016), perusahaan ini menjual secara online. Situsnya sendiri (Namotel.com) sudah tidak bisa di akses dan tepampang tulisan "Kami telah menutup pemesanan saat ini".
Harga sebenarnya smartphone Acche Din ini adlah Rp 600.000 ribuan. Entah mengapa perusahaan asal India ini menjualnya sangat murah. Dan ini membuat banyak pihak curiga, mereka menduga smartphone Acche Din ini bermasalah seperti smartphone Freedom 251.IKLAN
Slot Iklan Responsive AdSenseheader-banner
Beli Smartphone ini Seperti Beli Krupuk
admin
•
Temanpintar.com - Pada tahun lalu perusahaan smartphone Freedom 251 asal India membuat geger banyak orang karena menjual produknya dengan harga sekitar Rp 50 ribuan.
Tak kapok juga, tahun ini muncul kembali perusahaan asal India menjual smarphone Namotel Acche Din buatnnya dengan harga sekitar Rp 21.000 ribuan. Murah banget kan kayak beli kerupuk aja beli smarphone hhh
Seperti yang dikutip dari merdeka.com (21/5/2016), perusahaan ini menjual secara online. Situsnya sendiri (Namotel.com) sudah tidak bisa di akses dan tepampang tulisan "Kami telah menutup pemesanan saat ini".
Harga sebenarnya smartphone Acche Din ini adlah Rp 600.000 ribuan. Entah mengapa perusahaan asal India ini menjualnya sangat murah. Dan ini membuat banyak pihak curiga, mereka menduga smartphone Acche Din ini bermasalah seperti smartphone Freedom 251.IKLAN SPONSOR
Slot Iklan Responsive AdSensein-article
Artikel & Rekomendasi Terkait

artikel
Mengapa Elit Global Menggunakan "Tabu" untuk Menguasai Dunia?

artikel
Death by Bureaucracy: Mengapa Institusi Modern Sedang Membusuk dari Dalam?

artikel
Dari Firaun ke Media Sosial: Anatomi Kendali Pikiran sebagai Senjata Rahasia Penguasa

artikel