EVERY OTHER WEEKEND
Blink-182
Dari Album "ONE MORE TIME..." (2023)
Eksplorasi tentang siklus hubungan "on-off", kerinduan yang terjadwal, dan bagaimana rutinitas harian dapat memperparah rasa sakit hati.
Lirik & Terjemahan
Monday to Friday
I miss you on Monday soon as I see the rain
Aku merindukanmu di hari Senin segera setelah kulihat hujan turun
It's all a blur every Wednesday, Thursday, Friday
Semuanya terasa kabur setiap hari Rabu, Kamis, Jumat
Yeah, you leave me destroyed, like I don't have a choice
Ya, kau membiarkanku hancur, seolah aku tak punya pilihan
The Cycle (Chorus)
Heartbreak every other weekend
Patah hati setiap akhir pekan yang berselang
Weekdays, yeah, you got me falling in love
Hari-hari biasa, ya, kau membuatku jatuh cinta
Heartbreak every time you're leaving
Patah hati setiap kali kau pergi
The Conflict (Bridge)
You can tell me lies, I already know that you're coming back
Kau bisa membohongiku, aku sudah tahu kalau kau akan kembali lagi
Siklus: Mencintai (Weekdays) → Kehilangan (Weekend) → Kembali Lagi.
Struktur & Chord
Tuning: Standard (E A D G B e)
Tempo: Moderately Slow (88 BPM)
Verse:
G - D - Em - C
(Petikan bersih dengan sedikit delay)
Chorus:
C G
Heartbreak every other weekend
D Em
Weekdays, yeah, you got me falling in love
C G
Heartbreak every time you're leaving
D
Every time I watch you go
Bridge:
Em - C - G - D
Tip: Dinamika lagu ini sangat penting. Verse dimulai dengan sangat tenang (acoustic-style) dan meledak menjadi full band pop-punk di bagian Chorus.
Analisis Siklus
Lagu ini menggambarkan disfungsi hubungan dewasa yang terjebak dalam jadwal mingguan yang kaku.
| Waktu | Kondisi Psikologis |
|---|---|
| Monday - Friday | "Falling in love". Rasa rindu yang kuat dan kebutuhan akan kehadiran pasangan saat bekerja/sibuk. |
| Weekend | "Fell to pieces". Saat waktu luang tiba, konflik justru muncul, menyebabkan perpisahan sementara. |
| Lies & Return | "You're coming back". Kesadaran pahit bahwa meski penuh kebohongan, siklus ini akan terus berulang. |
Fakta Produksi
Era Reuni
Lagu ini menandai kembalinya Tom DeLonge, namun mempertahankan kedewasaan lirik dari era Neighborhoods.
Sound
Memadukan sound modern dengan sentuhan era *Self-Titled* (2003).




