Agar produk yang dijualnya semakin laris, banyak online shop yang rela merogoh kocek lebih dan membayar tarif yang berlaku untuk setiap selebgram. Harapannya, banyak yang tertarik dengan produk jualan mereka setelah melihat sang selebrgram menggunakannya dan mengunggahnya ke dalam akun Instagram mereka.
Tetapi ternyata, memberikan endorse kepada selebgram tidak selalu berjalan mulus. Ada kalanya para online shop tidak berhasil dan 'kapok' mengendorse selebgram lagi. Hal itu dialami oleh Rino, pemilik online shop yang menjual sneakers import.
Dilabsir dari detikcom, Rino mengaku ia pernah melakukan endorsement berbayar kepada salah satu bintang sinetron yang namanya tengah naik daun. Ia merogoh kocek sebesar Rp 450 ribu untuk endorse sneakers dengan harapan banyak yang membeli produk jualannya. Tetapi sayangnya, endorse tersebut kurang berhasil.
"Kurang berhasil menurut saya, karena selebriti atau manajemennya kadang nggak ngerti sudut pandang fotografi. Jadinya asal foto dan upload saja. Produk yang saya jual jadi kurang 'kena'," tuturnya saat dihubungi Wolipop, Rabu, (6/4/2016).
Pemilik online shop yang memiliki lebih dari 9 ribu followers itu menambahkan, yang membuatnya lebih kesal adalah produknya yang belum di iklankan oleh selebriti tersebut justru dipakai untuk mengiklankan produk lainnya. "Waktu itu dia lagi iklanin tas, eh sepatu jualan saya yang buat diiklanin dia pakai tanpa tagged online shop saya. Sudah dua kali kejadian seperti itu," lanjutnya.
Setelah itu, Rino kapok untuk mengendorse siapapun. Memang followers online shopnya bertambah banyak, tapi sayangnya animo followers dari selebgram untuk membeli produknya kurang berhasil dan ia hanya 'balik modal' saja.
Cerita lain datang dari Sarah, wanita yang mengelola bisnis online celana berbahan katun. Ia bercerita bahwa dirinya pernah mengendorse salah satu selebgram namun sayangnya tidak terlalu efektif.
"Aku endorse celana ke salah satu selebgram hijab dan sedih banget karena followers mereka malah tanya bajunya beli di mana. Selebgram juga rata-rata kalau di-endorse tiga potong celana, yang di posting hanya dua celana saja, aku nggak paham kenapa, sudah beberapa kali seperti itu," kata Sarah.
Ia menambahkan, ada pula selebgram lainnya yang seolah-olah 'lari' dan tidak memposting endors hingga berbulan-bulan lamanya. Hal itu membuat sang online shop kalang kabut dan 'mengejar-ngejar' si selebgram tersebut melalui komen di Instagram.
"Nggak enaknya lagi kalau kita endorse selebriti dan selebgram, foto mereka yang pakai produk jualan kita sudah menyebar di online shop kompetitor lain," tutup pengelola online shop @deadly_gorgeous yang sudah memiliki lebih dari 230 ribu followers itu.
Tentu saja dalam berbisnis selalu terbentur kendala di tengah jalan. Untuk itu perlu adanya solusi supaya penjualan produk Anda bergairah lagi. Berikut ini adalah tips endorsment efektif :
Peneliti dan Penulis Buku Consumer 3000 Yuswohady mengatakan setidaknya ada empat tips yang harus diperhatikan agar strategi endorsment efektif dan sesuai dengan budget pelaku UMKM, yakni dengan pemilihan tokoh yang tepat, memanfaatkan personal branding, memperluas jaringan, serta meningkatkan loyalitas konsumen.
IKLAN
Slot Iklan Responsive AdSenseheader-banner
Jualan Pakai Jasa Seleb Medsos Kadang Kurang Berhasil
admin
•
Menghipnotis calon pembeli dilakukan dengan berbagai cara, salah satunya adalah strategi menjual produk dengan menampilkan selebriti atau model cantik / ganteng sebagai daya tarik.
Endorsement atau pemberian barang kepada selebgram (selebriti Instagram) atau selebriti yang berkecimpung di dunia hiburan menjadi salah satu cara yang kerap kali diterapkan para online shop untuk mempromosikan produk jualannya. Semakin maraknya fenomena endorsement saat ini, kini hampir sebagian besar selebgram dan selebriti memasang tarif untuk melakukan endorse.
Agar produk yang dijualnya semakin laris, banyak online shop yang rela merogoh kocek lebih dan membayar tarif yang berlaku untuk setiap selebgram. Harapannya, banyak yang tertarik dengan produk jualan mereka setelah melihat sang selebrgram menggunakannya dan mengunggahnya ke dalam akun Instagram mereka.
Tetapi ternyata, memberikan endorse kepada selebgram tidak selalu berjalan mulus. Ada kalanya para online shop tidak berhasil dan 'kapok' mengendorse selebgram lagi. Hal itu dialami oleh Rino, pemilik online shop yang menjual sneakers import.
Dilabsir dari detikcom, Rino mengaku ia pernah melakukan endorsement berbayar kepada salah satu bintang sinetron yang namanya tengah naik daun. Ia merogoh kocek sebesar Rp 450 ribu untuk endorse sneakers dengan harapan banyak yang membeli produk jualannya. Tetapi sayangnya, endorse tersebut kurang berhasil.
"Kurang berhasil menurut saya, karena selebriti atau manajemennya kadang nggak ngerti sudut pandang fotografi. Jadinya asal foto dan upload saja. Produk yang saya jual jadi kurang 'kena'," tuturnya saat dihubungi Wolipop, Rabu, (6/4/2016).
Pemilik online shop yang memiliki lebih dari 9 ribu followers itu menambahkan, yang membuatnya lebih kesal adalah produknya yang belum di iklankan oleh selebriti tersebut justru dipakai untuk mengiklankan produk lainnya. "Waktu itu dia lagi iklanin tas, eh sepatu jualan saya yang buat diiklanin dia pakai tanpa tagged online shop saya. Sudah dua kali kejadian seperti itu," lanjutnya.
Setelah itu, Rino kapok untuk mengendorse siapapun. Memang followers online shopnya bertambah banyak, tapi sayangnya animo followers dari selebgram untuk membeli produknya kurang berhasil dan ia hanya 'balik modal' saja.
Cerita lain datang dari Sarah, wanita yang mengelola bisnis online celana berbahan katun. Ia bercerita bahwa dirinya pernah mengendorse salah satu selebgram namun sayangnya tidak terlalu efektif.
"Aku endorse celana ke salah satu selebgram hijab dan sedih banget karena followers mereka malah tanya bajunya beli di mana. Selebgram juga rata-rata kalau di-endorse tiga potong celana, yang di posting hanya dua celana saja, aku nggak paham kenapa, sudah beberapa kali seperti itu," kata Sarah.
Ia menambahkan, ada pula selebgram lainnya yang seolah-olah 'lari' dan tidak memposting endors hingga berbulan-bulan lamanya. Hal itu membuat sang online shop kalang kabut dan 'mengejar-ngejar' si selebgram tersebut melalui komen di Instagram.
"Nggak enaknya lagi kalau kita endorse selebriti dan selebgram, foto mereka yang pakai produk jualan kita sudah menyebar di online shop kompetitor lain," tutup pengelola online shop @deadly_gorgeous yang sudah memiliki lebih dari 230 ribu followers itu.
Tentu saja dalam berbisnis selalu terbentur kendala di tengah jalan. Untuk itu perlu adanya solusi supaya penjualan produk Anda bergairah lagi. Berikut ini adalah tips endorsment efektif :
Peneliti dan Penulis Buku Consumer 3000 Yuswohady mengatakan setidaknya ada empat tips yang harus diperhatikan agar strategi endorsment efektif dan sesuai dengan budget pelaku UMKM, yakni dengan pemilihan tokoh yang tepat, memanfaatkan personal branding, memperluas jaringan, serta meningkatkan loyalitas konsumen.
Agar produk yang dijualnya semakin laris, banyak online shop yang rela merogoh kocek lebih dan membayar tarif yang berlaku untuk setiap selebgram. Harapannya, banyak yang tertarik dengan produk jualan mereka setelah melihat sang selebrgram menggunakannya dan mengunggahnya ke dalam akun Instagram mereka.
Tetapi ternyata, memberikan endorse kepada selebgram tidak selalu berjalan mulus. Ada kalanya para online shop tidak berhasil dan 'kapok' mengendorse selebgram lagi. Hal itu dialami oleh Rino, pemilik online shop yang menjual sneakers import.
Dilabsir dari detikcom, Rino mengaku ia pernah melakukan endorsement berbayar kepada salah satu bintang sinetron yang namanya tengah naik daun. Ia merogoh kocek sebesar Rp 450 ribu untuk endorse sneakers dengan harapan banyak yang membeli produk jualannya. Tetapi sayangnya, endorse tersebut kurang berhasil.
"Kurang berhasil menurut saya, karena selebriti atau manajemennya kadang nggak ngerti sudut pandang fotografi. Jadinya asal foto dan upload saja. Produk yang saya jual jadi kurang 'kena'," tuturnya saat dihubungi Wolipop, Rabu, (6/4/2016).
Pemilik online shop yang memiliki lebih dari 9 ribu followers itu menambahkan, yang membuatnya lebih kesal adalah produknya yang belum di iklankan oleh selebriti tersebut justru dipakai untuk mengiklankan produk lainnya. "Waktu itu dia lagi iklanin tas, eh sepatu jualan saya yang buat diiklanin dia pakai tanpa tagged online shop saya. Sudah dua kali kejadian seperti itu," lanjutnya.
Setelah itu, Rino kapok untuk mengendorse siapapun. Memang followers online shopnya bertambah banyak, tapi sayangnya animo followers dari selebgram untuk membeli produknya kurang berhasil dan ia hanya 'balik modal' saja.
Cerita lain datang dari Sarah, wanita yang mengelola bisnis online celana berbahan katun. Ia bercerita bahwa dirinya pernah mengendorse salah satu selebgram namun sayangnya tidak terlalu efektif.
"Aku endorse celana ke salah satu selebgram hijab dan sedih banget karena followers mereka malah tanya bajunya beli di mana. Selebgram juga rata-rata kalau di-endorse tiga potong celana, yang di posting hanya dua celana saja, aku nggak paham kenapa, sudah beberapa kali seperti itu," kata Sarah.
Ia menambahkan, ada pula selebgram lainnya yang seolah-olah 'lari' dan tidak memposting endors hingga berbulan-bulan lamanya. Hal itu membuat sang online shop kalang kabut dan 'mengejar-ngejar' si selebgram tersebut melalui komen di Instagram.
"Nggak enaknya lagi kalau kita endorse selebriti dan selebgram, foto mereka yang pakai produk jualan kita sudah menyebar di online shop kompetitor lain," tutup pengelola online shop @deadly_gorgeous yang sudah memiliki lebih dari 230 ribu followers itu.
Tentu saja dalam berbisnis selalu terbentur kendala di tengah jalan. Untuk itu perlu adanya solusi supaya penjualan produk Anda bergairah lagi. Berikut ini adalah tips endorsment efektif :
Peneliti dan Penulis Buku Consumer 3000 Yuswohady mengatakan setidaknya ada empat tips yang harus diperhatikan agar strategi endorsment efektif dan sesuai dengan budget pelaku UMKM, yakni dengan pemilihan tokoh yang tepat, memanfaatkan personal branding, memperluas jaringan, serta meningkatkan loyalitas konsumen.
IKLAN SPONSOR
Slot Iklan Responsive AdSensein-article
Artikel & Rekomendasi Terkait

artikel
Mengapa Elit Global Menggunakan "Tabu" untuk Menguasai Dunia?

artikel
Death by Bureaucracy: Mengapa Institusi Modern Sedang Membusuk dari Dalam?

artikel
Dari Firaun ke Media Sosial: Anatomi Kendali Pikiran sebagai Senjata Rahasia Penguasa

artikel