Juru bicara Polda Jawa Barat Kombes Sulistyo Pudjo Hartono mengatakan kecelakaan melibatkan minibus Isuzu Elf membawa 19 orang. Kecelakaan itu terjadi pada pukul 4:30 pagi hari, Kamis 3/12 di km 137 kilometer dari Jakarta dengan rute menuju Cirebon.
Setelah menyelidiki tempat kejadian dan bertanya pada saksi, polisi awalnya menyimpulkan kecelakaan terjadi akibat kesalahan manusia.
Sulistyo mengatakan bahwa pengemudi minibus melaju dengan kecepatan tinggi, kehilangan kendali dan menabrak truk didepannya.
"Minibus itu rusak parah. Ketika kami memeriksa lokasi, truk sudah tidak ada," katanya seperti dikutip portal berita kompas.com.
Lima orang menderita luka serius sementara tiga orang menderita luka ringan.
11 tewas teridentifikasi sebagai Dasyati, 40, Waryati, 25, Asep Sulton, 25, Rojak, 25, Sanimar, 74, Paul, 8, Torikin, 35, Rosikin, 40, Wasiroh, 30, Agung, 18, dan Bais, 5.
Semua korban meninggal akibat kecelakaan tol cipali ini dibawa ke Rumah Sakit Ciereng di Subang, sedangkan korban luka dibawa ke RS Mitra Plumbon Cirebon dan Rumah Sakit Mitra di Purwakarta.
Sejak jalan tol Cipali diresmikan oleh Presiden Joko Widodo pada tanggal 13 Juni, jumlah kecelakaan mencapai 56 insiden. Jalan tol baru ini dibuat untuk mengurangi kemacetan lalu lintas di pantai utara (Pantura).
(hrz/ref:kompas)IKLAN
Slot Iklan Responsive AdSenseheader-banner
Kecelakaan Tol Cipali Merenggut 11 Orang
admin
•
Setidaknya ada 11 orang tewas dan beberapa lainnya luka-luka dalam kecelakaan jalan di Cikopo-Palimanan (Cipali) jalan tol di Jawa Barat pada Kamis pagi.
Juru bicara Polda Jawa Barat Kombes Sulistyo Pudjo Hartono mengatakan kecelakaan melibatkan minibus Isuzu Elf membawa 19 orang. Kecelakaan itu terjadi pada pukul 4:30 pagi hari, Kamis 3/12 di km 137 kilometer dari Jakarta dengan rute menuju Cirebon.
Setelah menyelidiki tempat kejadian dan bertanya pada saksi, polisi awalnya menyimpulkan kecelakaan terjadi akibat kesalahan manusia.
Sulistyo mengatakan bahwa pengemudi minibus melaju dengan kecepatan tinggi, kehilangan kendali dan menabrak truk didepannya.
"Minibus itu rusak parah. Ketika kami memeriksa lokasi, truk sudah tidak ada," katanya seperti dikutip portal berita kompas.com.
Lima orang menderita luka serius sementara tiga orang menderita luka ringan.
11 tewas teridentifikasi sebagai Dasyati, 40, Waryati, 25, Asep Sulton, 25, Rojak, 25, Sanimar, 74, Paul, 8, Torikin, 35, Rosikin, 40, Wasiroh, 30, Agung, 18, dan Bais, 5.
Semua korban meninggal akibat kecelakaan tol cipali ini dibawa ke Rumah Sakit Ciereng di Subang, sedangkan korban luka dibawa ke RS Mitra Plumbon Cirebon dan Rumah Sakit Mitra di Purwakarta.
Sejak jalan tol Cipali diresmikan oleh Presiden Joko Widodo pada tanggal 13 Juni, jumlah kecelakaan mencapai 56 insiden. Jalan tol baru ini dibuat untuk mengurangi kemacetan lalu lintas di pantai utara (Pantura).
(hrz/ref:kompas)
Juru bicara Polda Jawa Barat Kombes Sulistyo Pudjo Hartono mengatakan kecelakaan melibatkan minibus Isuzu Elf membawa 19 orang. Kecelakaan itu terjadi pada pukul 4:30 pagi hari, Kamis 3/12 di km 137 kilometer dari Jakarta dengan rute menuju Cirebon.
Setelah menyelidiki tempat kejadian dan bertanya pada saksi, polisi awalnya menyimpulkan kecelakaan terjadi akibat kesalahan manusia.
Sulistyo mengatakan bahwa pengemudi minibus melaju dengan kecepatan tinggi, kehilangan kendali dan menabrak truk didepannya.
"Minibus itu rusak parah. Ketika kami memeriksa lokasi, truk sudah tidak ada," katanya seperti dikutip portal berita kompas.com.
Lima orang menderita luka serius sementara tiga orang menderita luka ringan.
11 tewas teridentifikasi sebagai Dasyati, 40, Waryati, 25, Asep Sulton, 25, Rojak, 25, Sanimar, 74, Paul, 8, Torikin, 35, Rosikin, 40, Wasiroh, 30, Agung, 18, dan Bais, 5.
Semua korban meninggal akibat kecelakaan tol cipali ini dibawa ke Rumah Sakit Ciereng di Subang, sedangkan korban luka dibawa ke RS Mitra Plumbon Cirebon dan Rumah Sakit Mitra di Purwakarta.
Sejak jalan tol Cipali diresmikan oleh Presiden Joko Widodo pada tanggal 13 Juni, jumlah kecelakaan mencapai 56 insiden. Jalan tol baru ini dibuat untuk mengurangi kemacetan lalu lintas di pantai utara (Pantura).
(hrz/ref:kompas)IKLAN SPONSOR
Slot Iklan Responsive AdSensein-article
Artikel & Rekomendasi Terkait

artikel
Mengapa Elit Global Menggunakan "Tabu" untuk Menguasai Dunia?

artikel
Death by Bureaucracy: Mengapa Institusi Modern Sedang Membusuk dari Dalam?

artikel
Dari Firaun ke Media Sosial: Anatomi Kendali Pikiran sebagai Senjata Rahasia Penguasa

artikel