Ferry mulai menggeluti dunia bisnis karena ia menyadari bahwa sepak bola di Indonesia tidak dapat menjadi gantungan hidup. Terlebih lagi PSSI dibekukan oleh Kementrian Pemuda dan Olah Raga (Kemenpora).
"Saya bukannya tidak tahu sepakbola akan dibekukan, namun memang saat itu saya ingin lebih dekat dengan keluarga dan memulai menyiapkan usaha, karena saya pun pahan tidak selamanya bisa menggantungkan diri dari sepak bola." kata Ferry.
Pria berusia 32 tahun tersebut membuka usaha bengkel mobil karena tertarik pada bidang otomotif sejak kecil. Dan kebetulan juga ia memiliki partner kerja yang sangat dipercaya.
Saat ini perkembangan bengkel miliknya berkembang pesat sejak awal didirikan. Banyak konsumen yang datang untuk melakukan tune up atau body repair. Bahkan tak sedikit yang meminta foto bareng. Nama bengkel yang ia dirikan adalah FR12 Auto Service.
Ferry Rotinsulu adalah pesepak bola nasional yang memulai karier profesionalnya bersama Persipal Palu pada 1999 hingga 2003. Kemudian, ia kembali Persijatim, yang saat itu bernama Persijatim Solo FC, sejak tahun 2004, hingga klub tersebut berubah nama menjadi Sriwijaya FC. Ferry Rotinsulu menjadi pilar Sriwijaya FC sejak tahun 2005 hingga 2013 sebelum akhirnya pindah ke Persebaya Surabaya selama semusim berikutnya.IKLAN
Slot Iklan Responsive AdSenseheader-banner
Mantan Kiper Timnas Ferry Rotinsulu Buka Usaha Bengkel
admin
•
Meniti karir sebagai pesepak bola di Indonesia memang tidak menjamin seperti di Liga ternama dunia. Begitu juga apa yang dirasakan oleh mantan kiper Timnas dan Sriwijaya FC, Ferry Rotinsulu yang memilih untuk membuka usaha bengkel.
Ferry mulai menggeluti dunia bisnis karena ia menyadari bahwa sepak bola di Indonesia tidak dapat menjadi gantungan hidup. Terlebih lagi PSSI dibekukan oleh Kementrian Pemuda dan Olah Raga (Kemenpora).
"Saya bukannya tidak tahu sepakbola akan dibekukan, namun memang saat itu saya ingin lebih dekat dengan keluarga dan memulai menyiapkan usaha, karena saya pun pahan tidak selamanya bisa menggantungkan diri dari sepak bola." kata Ferry.
Pria berusia 32 tahun tersebut membuka usaha bengkel mobil karena tertarik pada bidang otomotif sejak kecil. Dan kebetulan juga ia memiliki partner kerja yang sangat dipercaya.
Saat ini perkembangan bengkel miliknya berkembang pesat sejak awal didirikan. Banyak konsumen yang datang untuk melakukan tune up atau body repair. Bahkan tak sedikit yang meminta foto bareng. Nama bengkel yang ia dirikan adalah FR12 Auto Service.
Ferry Rotinsulu adalah pesepak bola nasional yang memulai karier profesionalnya bersama Persipal Palu pada 1999 hingga 2003. Kemudian, ia kembali Persijatim, yang saat itu bernama Persijatim Solo FC, sejak tahun 2004, hingga klub tersebut berubah nama menjadi Sriwijaya FC. Ferry Rotinsulu menjadi pilar Sriwijaya FC sejak tahun 2005 hingga 2013 sebelum akhirnya pindah ke Persebaya Surabaya selama semusim berikutnya.
Ferry mulai menggeluti dunia bisnis karena ia menyadari bahwa sepak bola di Indonesia tidak dapat menjadi gantungan hidup. Terlebih lagi PSSI dibekukan oleh Kementrian Pemuda dan Olah Raga (Kemenpora).
"Saya bukannya tidak tahu sepakbola akan dibekukan, namun memang saat itu saya ingin lebih dekat dengan keluarga dan memulai menyiapkan usaha, karena saya pun pahan tidak selamanya bisa menggantungkan diri dari sepak bola." kata Ferry.
Pria berusia 32 tahun tersebut membuka usaha bengkel mobil karena tertarik pada bidang otomotif sejak kecil. Dan kebetulan juga ia memiliki partner kerja yang sangat dipercaya.
Saat ini perkembangan bengkel miliknya berkembang pesat sejak awal didirikan. Banyak konsumen yang datang untuk melakukan tune up atau body repair. Bahkan tak sedikit yang meminta foto bareng. Nama bengkel yang ia dirikan adalah FR12 Auto Service.
Ferry Rotinsulu adalah pesepak bola nasional yang memulai karier profesionalnya bersama Persipal Palu pada 1999 hingga 2003. Kemudian, ia kembali Persijatim, yang saat itu bernama Persijatim Solo FC, sejak tahun 2004, hingga klub tersebut berubah nama menjadi Sriwijaya FC. Ferry Rotinsulu menjadi pilar Sriwijaya FC sejak tahun 2005 hingga 2013 sebelum akhirnya pindah ke Persebaya Surabaya selama semusim berikutnya.IKLAN SPONSOR
Slot Iklan Responsive AdSensein-article
Artikel & Rekomendasi Terkait

artikel
Mengapa Elit Global Menggunakan "Tabu" untuk Menguasai Dunia?

artikel
Death by Bureaucracy: Mengapa Institusi Modern Sedang Membusuk dari Dalam?

artikel
Dari Firaun ke Media Sosial: Anatomi Kendali Pikiran sebagai Senjata Rahasia Penguasa

artikel