IKLAN
Slot Iklan Responsive AdSenseheader-banner
Menyapa Orang Asing Cukup Dengan Selamat Pagi
admin
•
Masyarakat Indonesia menganut sistem kebudayaan timur. Dimana sifat sosialnya lebih kental daripada budaya barat yang lebih individual. Basa-basi atau menyapa dalam sehari-hari adalah salah satu aspek penting dalam bermasyarakat.
Namun ada sebuah sapaan yang sebetulnya mungkin memberatkan. Karena kita sudah terbiasa, maka itu bukanlah masalah.
Kita ambil contoh ketika Tono akan pergi ke luar rumah, ketika tak jauh dari rumahnya ada seorang tetangga bernama tini. Kemudian Tini menyapa Tono, "ee.. Ton, mau kemana?" Lalu Tono menjawab "maen aja Tin"
Dalam dialog tersebut tak ada yang salah. Justru sapaan tersebut lebih sering diucapkan dari pada "hai pa kabar?" atau "selamat pagi" yang hanya biasanya dilakukan pada pertemuan formal.
Apa jadinya jika kita bertemu bule atau orang asing yang mempunyai perbedaan budaya. Mungkin anda bisa dimarahi karena ada sebuah kesalah pahaman. Padahal niatnya ingin menyapa tapi mendapat jawaban yang kurang mengenakkan.
Kasusnya seperti ini :
Andi sedang berada di sebuah hotel di Singapore. Disebelah kamarnya adalah Patrick warga Australia. Patrick sedang ingin jalan-jalan ke luar, saat itu juga Andi sedang nongkrong di sebuah ruangan. Kemudian Andi menyapa Patrick, "hei, where are you go?"
Patrick bingung, apa yang harus ia jawab. Akhirnya justru Patrick balik bertanya : "what's your problem? None of your business where will i go" (apa masalahmu, bukan urusanmu kemana saya akan pergi). Bukannya mereka tambah akrab tapi malah seperti terjadi konflik.
Bisa diambil dalam sebuah kesimpilan, sebaiknya jika ingin menyapa orang asing / bule / turis mancanegara, just say hi saja atau selamat pagi dsb. Yang kita lihat pada percakapan Tono dan Tini mereka paham jika hanya sekedar sapa dan asal jawab yang sudah menjadi adat orang indonesia. Tetapi berbeda dengan budaya barat seperti Patrick yang tidak terbiasa menanggapinya. Penggunaan kata-kata "mau kemana", seharusnya tidak di pakai untuk menjadi sebuah sapaan, melainkan digunakan dalam sebuah obrolan. Jelas beda antara sapaan dan obrolan.
IKLAN SPONSOR
Slot Iklan Responsive AdSensein-article
Artikel & Rekomendasi Terkait

artikel
Mengapa Elit Global Menggunakan "Tabu" untuk Menguasai Dunia?

artikel
Death by Bureaucracy: Mengapa Institusi Modern Sedang Membusuk dari Dalam?

artikel
Dari Firaun ke Media Sosial: Anatomi Kendali Pikiran sebagai Senjata Rahasia Penguasa

artikel