Obsesi membawa kesuksesan
Sejak kecil Wang menggemari mesin terbang. Ia terobsesi dengan sebuah helikopter ketika baca komik petualang helikopter berwarna merah. Ia memimpikan memiliki sebuah pesawat terbang yang dilengkapi kamera, sehingga akan mengikutinya kemana saja.
Tidak hanya berkhayal saja, Wang hobi utak-utik heli mainannya dengan remote kontrol, bahkan merakitnya sendiri.
"Aku menyelesaikan proyek kuliah membuat helikopter itu pada tahun 2005. Kemudian aku mendirikan perusahaan ini di 2006. Waktu itu, aku membuat video helikopter tersebut dan rupanya orang yang melihatnya tertarik," katanya.
"Seseorang kemudian menghubungiku untuk membelinya. Aku pikir mendapat deal yang bagus karena berhasil menjualnya sekitar USD 6000 padahal untuk membuatnya hanya butuh sekitar USD 2000," tambahnya.
Tahu kalau bisnis tersebut punya peluang besar, Wang sangat antusias mengembangkan produksi drone. Banyak halangan di awak pengembangan, namun dengan tekad dan kemampunya ia sanggup membuat perusahaan besar.
Penjualan DJI Innvoations lebih banyak di Amerika Serikat dan Eropa. Sisanya dari Asia, Amerika Latin dan kemudian Afrika. (Media Muda:hrz/ref:detik/forbes)
IKLAN
Slot Iklan Responsive AdSenseheader-banner
Pendiri Perusahaan Produksi Drone Asal China, Muda Kaya Raya
admin
•
Sekarang drone bukan barang yang mewah lagi, sudah banyak yang memiliki drone. Buat sekedar main-main atau ada keperluan lainnya. Bisnis dalam pembuatan drone makin bagus saja, bahkan seorang Frank Wang Tao, pria asal China ini menjadi miliarder di usianya yang baru 34 tahun.
DJI Innovation adalah perusahaan asal China yang didirikan olehnya. Perusahaan ini menjadi perusahaan produsen drone terbesar di dunia saat ini. Salah satu drone popular buatan DJI Innovation adalah merk Phantom.
Diperkirakan menurut riset Frost & Sullivan, DJI Innovation sekarang memiliki 70% market share dalam bisnis drone. Dan diperkirakan juga pencapaian perusahaan tersebut tembus USD 1 miliar, dua kali lipat dibandingkan tahun 2014 yang mencapai USD 500 miliar.
Harta yang dimiliki Wang berkisar USD 3,6 miliar ( 48 triliun rupiah ). Dengan harta yang dimilikinya, ia termasuk dalam 100 besar orang terkaya di dunia dengan menempati posisi 54.
Virus, itulah sebutan untuk DJI Innovations. Pasalnya mereka adalah penyebar drone sebagai hobi dan diminati banyak penghobi baru. Ini juga membuat Accel Partners memberikan dana USD 75 juta pada bulan Mei 2015 membuat perusahaan DJI Innovation bernilai sekitar USD 10 miliar. Perusahaan terus berkembang dan
Obsesi membawa kesuksesan
Sejak kecil Wang menggemari mesin terbang. Ia terobsesi dengan sebuah helikopter ketika baca komik petualang helikopter berwarna merah. Ia memimpikan memiliki sebuah pesawat terbang yang dilengkapi kamera, sehingga akan mengikutinya kemana saja.
Tidak hanya berkhayal saja, Wang hobi utak-utik heli mainannya dengan remote kontrol, bahkan merakitnya sendiri.
"Aku menyelesaikan proyek kuliah membuat helikopter itu pada tahun 2005. Kemudian aku mendirikan perusahaan ini di 2006. Waktu itu, aku membuat video helikopter tersebut dan rupanya orang yang melihatnya tertarik," katanya.
"Seseorang kemudian menghubungiku untuk membelinya. Aku pikir mendapat deal yang bagus karena berhasil menjualnya sekitar USD 6000 padahal untuk membuatnya hanya butuh sekitar USD 2000," tambahnya.
Tahu kalau bisnis tersebut punya peluang besar, Wang sangat antusias mengembangkan produksi drone. Banyak halangan di awak pengembangan, namun dengan tekad dan kemampunya ia sanggup membuat perusahaan besar.
Penjualan DJI Innvoations lebih banyak di Amerika Serikat dan Eropa. Sisanya dari Asia, Amerika Latin dan kemudian Afrika. (Media Muda:hrz/ref:detik/forbes)
Obsesi membawa kesuksesan
Sejak kecil Wang menggemari mesin terbang. Ia terobsesi dengan sebuah helikopter ketika baca komik petualang helikopter berwarna merah. Ia memimpikan memiliki sebuah pesawat terbang yang dilengkapi kamera, sehingga akan mengikutinya kemana saja.
Tidak hanya berkhayal saja, Wang hobi utak-utik heli mainannya dengan remote kontrol, bahkan merakitnya sendiri.
"Aku menyelesaikan proyek kuliah membuat helikopter itu pada tahun 2005. Kemudian aku mendirikan perusahaan ini di 2006. Waktu itu, aku membuat video helikopter tersebut dan rupanya orang yang melihatnya tertarik," katanya.
"Seseorang kemudian menghubungiku untuk membelinya. Aku pikir mendapat deal yang bagus karena berhasil menjualnya sekitar USD 6000 padahal untuk membuatnya hanya butuh sekitar USD 2000," tambahnya.
Tahu kalau bisnis tersebut punya peluang besar, Wang sangat antusias mengembangkan produksi drone. Banyak halangan di awak pengembangan, namun dengan tekad dan kemampunya ia sanggup membuat perusahaan besar.
Penjualan DJI Innvoations lebih banyak di Amerika Serikat dan Eropa. Sisanya dari Asia, Amerika Latin dan kemudian Afrika. (Media Muda:hrz/ref:detik/forbes)
IKLAN SPONSOR
Slot Iklan Responsive AdSensein-article
Artikel & Rekomendasi Terkait

artikel
Mengapa Elit Global Menggunakan "Tabu" untuk Menguasai Dunia?

artikel
Death by Bureaucracy: Mengapa Institusi Modern Sedang Membusuk dari Dalam?

artikel
Dari Firaun ke Media Sosial: Anatomi Kendali Pikiran sebagai Senjata Rahasia Penguasa

artikel